, Vietnam
/VSS

VSS adopts chip-based ID cards for health insurance consultations

Thanks to cashless insurance payments, beneficiaries' payments climbed 10%.

Vietnam Social Security (VSS) processed over 6.8 million electronic transaction files, amounting to 49.9 million records for individual workers, in the first half of this year. This represents 88% of the total files received and processed.

VSS connected and shared data between the National Insurance Database and the National Population Database, implementing technologies to use chip-based ID cards and the electronic identification application (VNeID) instead of paper health insurance cards for medical consultations. 

All health facilities now use chip-based ID cards for health insurance consultations, with over 104.2 million verifications conducted.

The agency also promoted cashless insurance payments, with approximately 74% of urban beneficiaries receiving payments through personal accounts, a 10% increase from last year.

VSS collaborated with various ministries and localities on initiatives like electronic health records, data linkage for driver’s health checks, and integration of social insurance information on the VNeID app. 

Despite these achievements, VSS faces challenges such as a lack of awareness about digital transformation responsibilities, information security gaps, and insufficient banking infrastructure in rural areas. 

The agency is urged to continue adhering to Government directives, improve awareness among workers, and enhance its database for better integration with other sectors.

Follow the link for more news on

Analisa data, kunci kesuksesan AIA Indonesia dalam mengatasi penipuan

Prosedur operasional standar dan penyidik yang terlatih menjaga AIA Indonesia tetap terkendali.

CEO mengungkapkan bagaimana perusahaan-perusahaan Indonesia dapat fokus pada pertumbuhan di tengah regulasi baru

Sementara pasar menuju pertumbuhan, regulasi baru mempersempit keberadaan perusahaan asuransi.

Asei dan Seoul Guarantee teken MoU

Kerja sama ini bertujuan memperkuat jaminan dan asuransi kredit di Indonesia.

Fintech Indonesia melindungi 200.000 nasabah melalui kolaborasi Qoala & Sompo

JULO Protect Plus adalah perlindungan asuransi pertama yang embedded dalam solusi kartu kredit virtualnya.

bolttech, HAVA.id bermitra untuk perlindungan perangkat UKM

UKM  Indonesia juga dapat menikmati garansi perangkat tambahan selama 12 bulan.

Bagaimana Grandtag memberikan keamanan bagi orang terkaya di Asia

CEO regional Grandtag Financial mengungkap bagaimana 'asuransi jiwa jumbo' menarik UHNWI di Asia.

Asuransi Cina menganggap bijaksana untuk beralih ke investasi alternatif

Analisis melihat regulasi baru mendorong pergeseran konservatif saat asuransi mencari stabilitas di tengah pasar yang bergejolak.

Indonesia mempertimbangkan wajib asuransi TPL

Langkah ini didorong oleh meningkatnya jumlah kecelakaan di jalan raya.

Risiko reasuransi meningkat di Tokio Marine Indonesia

Sebagai perusahaan asuransi umum kecil di Indonesia, TMI memiliki pangsa pasar sebesar 2,1%.

Apakah ‘Londonisasi’ baik untuk pasar asuransi M&A Asia?

Para ahli industri membedah tingkat penggunaan yang rendah di wilayah ini untuk asuransi M&A meskipun semakin banyak pemain industri yang masuk ke arena ini.