, APAC
/Arafat Tarif from Pexels

QBE's profitability rises with underwriting improvements

Moody’s is also optimistic about the insurer’s premium pricing trends.

Moody's Ratings expects QBE to sustain high capital levels, low financial leverage, and improved underwriting profitability amid strategic adjustments in its North American operations to reduce exposure to non-core lines. 

The stable outlook reflects these expectations, contingent on maintaining strong financial metrics and benefiting from favourable premium pricing trends.

The affirmations reflect QBE's strong capitalisation, low financial leverage, and robust asset risk profile, offset by significant global catastrophe underwriting exposures that may lead to earnings volatility. 

QBE benefits from high product and geographical diversification, with four major product lines each contributing close to or exceeding 10% of gross written premiums across three divisions spanning multiple countries.

In fiscal year 2024 (FY24), QBE showed sold profits with net after-tax profits of $1.36b and an insurance operating result of $1.3b, marking a 73% increase from the previous year. 

Improved investment returns and enhanced underwriting performance supported these results, driven by higher premium rates and strong customer retention.

QBE maintains a conservative investment portfolio dominated by high-quality fixed-income assets, comprising 88% of invested assets with a high credit quality. 

The group's capital strength is robust, reporting a proforma regulatory capital ratio of 1.74x and a debt-to-total capital ratio of 21.9% as of December 2023, aligned with regulatory requirements and internal targets.

Follow the link s for more news on

Analisa data, kunci kesuksesan AIA Indonesia dalam mengatasi penipuan

Prosedur operasional standar dan penyidik yang terlatih menjaga AIA Indonesia tetap terkendali.

CEO mengungkapkan bagaimana perusahaan-perusahaan Indonesia dapat fokus pada pertumbuhan di tengah regulasi baru

Sementara pasar menuju pertumbuhan, regulasi baru mempersempit keberadaan perusahaan asuransi.

Asei dan Seoul Guarantee teken MoU

Kerja sama ini bertujuan memperkuat jaminan dan asuransi kredit di Indonesia.

Fintech Indonesia melindungi 200.000 nasabah melalui kolaborasi Qoala & Sompo

JULO Protect Plus adalah perlindungan asuransi pertama yang embedded dalam solusi kartu kredit virtualnya.

bolttech, HAVA.id bermitra untuk perlindungan perangkat UKM

UKM  Indonesia juga dapat menikmati garansi perangkat tambahan selama 12 bulan.

Bagaimana Grandtag memberikan keamanan bagi orang terkaya di Asia

CEO regional Grandtag Financial mengungkap bagaimana 'asuransi jiwa jumbo' menarik UHNWI di Asia.

Asuransi Cina menganggap bijaksana untuk beralih ke investasi alternatif

Analisis melihat regulasi baru mendorong pergeseran konservatif saat asuransi mencari stabilitas di tengah pasar yang bergejolak.

Indonesia mempertimbangkan wajib asuransi TPL

Langkah ini didorong oleh meningkatnya jumlah kecelakaan di jalan raya.

Risiko reasuransi meningkat di Tokio Marine Indonesia

Sebagai perusahaan asuransi umum kecil di Indonesia, TMI memiliki pangsa pasar sebesar 2,1%.

Apakah ‘Londonisasi’ baik untuk pasar asuransi M&A Asia?

Para ahli industri membedah tingkat penggunaan yang rendah di wilayah ini untuk asuransi M&A meskipun semakin banyak pemain industri yang masuk ke arena ini.