, Hong Kong
/Ruslan Bardash from Unsplash

Joseph Chan touts Hong Kong as top ILS issuance centre

The insurance authority hosted its first ILS conference last week.

Hong Kong’s Insurance Authority pegs the market as an “ideal platform for  Insurance-linked Securities (ILS) issuance”.

The government agency hosted the inaugural ILS Conference on 12 April, aimed at institutional investors and professional service providers. 

Joseph Chan, acting secretary for Financial Services and the Treasury, highlighted Hong Kong's robust insurance and reinsurance sector as a foundation for developing the ILS ecosystem. He emphasised Hong Kong's connectivity with Mainland China and the global market, positioning it as an ideal platform for ILS issuance.

“We are striving to have more ILS issuances in Hong Kong, thereby further consolidating Hong Kong’s advantage as an international insurance hub,” Chan said at the conference.

ALSO READ: Hong Kong’s women in insurance rising in a male-dominated business sector

Stephen Yiu, chairman of the IA, emphasised the significant consequences of climate change and financial volatilities. He underscored the attractiveness of ILS as an asset class from both yield and diversification perspectives in such an environment.

Jorge Familiar, vice president and treasurer of the World Bank, discussed how catastrophe bonds can help developing countries mitigate the economic impacts of natural disasters. He emphasized the importance of collaboration and innovation in the ILS market to build resilience for vulnerable nations.

The conference attracted over 100 participants and speakers from Hong Kong, Mainland China, Asia Pacific, the United Kingdom, and the United States. It featured discussions on the value proposition of the ILS market in Hong Kong, the ILS investment landscape, and a live catastrophe bond transaction roadshow.

Follow the link for more news on

Analisa data, kunci kesuksesan AIA Indonesia dalam mengatasi penipuan

Prosedur operasional standar dan penyidik yang terlatih menjaga AIA Indonesia tetap terkendali.

CEO mengungkapkan bagaimana perusahaan-perusahaan Indonesia dapat fokus pada pertumbuhan di tengah regulasi baru

Sementara pasar menuju pertumbuhan, regulasi baru mempersempit keberadaan perusahaan asuransi.

Asei dan Seoul Guarantee teken MoU

Kerja sama ini bertujuan memperkuat jaminan dan asuransi kredit di Indonesia.

Fintech Indonesia melindungi 200.000 nasabah melalui kolaborasi Qoala & Sompo

JULO Protect Plus adalah perlindungan asuransi pertama yang embedded dalam solusi kartu kredit virtualnya.

bolttech, HAVA.id bermitra untuk perlindungan perangkat UKM

UKM  Indonesia juga dapat menikmati garansi perangkat tambahan selama 12 bulan.

Bagaimana Grandtag memberikan keamanan bagi orang terkaya di Asia

CEO regional Grandtag Financial mengungkap bagaimana 'asuransi jiwa jumbo' menarik UHNWI di Asia.

Asuransi Cina menganggap bijaksana untuk beralih ke investasi alternatif

Analisis melihat regulasi baru mendorong pergeseran konservatif saat asuransi mencari stabilitas di tengah pasar yang bergejolak.

Indonesia mempertimbangkan wajib asuransi TPL

Langkah ini didorong oleh meningkatnya jumlah kecelakaan di jalan raya.

Risiko reasuransi meningkat di Tokio Marine Indonesia

Sebagai perusahaan asuransi umum kecil di Indonesia, TMI memiliki pangsa pasar sebesar 2,1%.

Apakah ‘Londonisasi’ baik untuk pasar asuransi M&A Asia?

Para ahli industri membedah tingkat penggunaan yang rendah di wilayah ini untuk asuransi M&A meskipun semakin banyak pemain industri yang masuk ke arena ini.