, Australia
/Public Domain Pictures from Pixabay

Australian group advocates for strict regulation on genetic test use

The Council of Australian Life Insurers calls for gov’t regulation.

The Council of Australian Life Insurers (CALI) supports a ban on using genetic test results in insurance underwriting to empower Australians in managing their health. 

CALI CEO Christine Cupitt emphasises the need for government regulation to ensure that individuals aren't discouraged from taking genetic tests proactively. 

CALI's 19 members acknowledge the role of genetic testing in providing peace of mind and reducing health risks. 

The life insurance industry, as stated in CALI’s submission to the Treasury inquiry, backs strict regulation with limited government-approved exclusions to ensure fairness for insured Australians. 

ALSO READ: Actuaries Institute urges overhauling Australia's retirement system

CALI emphasises that life insurers never require genetic testing for underwriting purposes, aiming to support individuals in managing their health preventatively. 

The Life Insurance Code of Practice reinforces these principles, and once individuals obtain life insurance, future genetic tests don't impact coverage or premiums. 

CALI reassures that around 15 million Australians are protected by life insurance, and the majority obtained coverage without disclosing genetic test results. 

Access to affordable life insurance coverage is available through superannuation without worrying about genetic test disclosure. 

Disclosing genetic test results typically works in favour of the individual, with over 80% showing no impact on underwriting decisions and 14% having a positive impact.

 

Analisa data, kunci kesuksesan AIA Indonesia dalam mengatasi penipuan

Prosedur operasional standar dan penyidik yang terlatih menjaga AIA Indonesia tetap terkendali.

CEO mengungkapkan bagaimana perusahaan-perusahaan Indonesia dapat fokus pada pertumbuhan di tengah regulasi baru

Sementara pasar menuju pertumbuhan, regulasi baru mempersempit keberadaan perusahaan asuransi.

Asei dan Seoul Guarantee teken MoU

Kerja sama ini bertujuan memperkuat jaminan dan asuransi kredit di Indonesia.

Fintech Indonesia melindungi 200.000 nasabah melalui kolaborasi Qoala & Sompo

JULO Protect Plus adalah perlindungan asuransi pertama yang embedded dalam solusi kartu kredit virtualnya.

bolttech, HAVA.id bermitra untuk perlindungan perangkat UKM

UKM  Indonesia juga dapat menikmati garansi perangkat tambahan selama 12 bulan.

Bagaimana Grandtag memberikan keamanan bagi orang terkaya di Asia

CEO regional Grandtag Financial mengungkap bagaimana 'asuransi jiwa jumbo' menarik UHNWI di Asia.

Asuransi Cina menganggap bijaksana untuk beralih ke investasi alternatif

Analisis melihat regulasi baru mendorong pergeseran konservatif saat asuransi mencari stabilitas di tengah pasar yang bergejolak.

Indonesia mempertimbangkan wajib asuransi TPL

Langkah ini didorong oleh meningkatnya jumlah kecelakaan di jalan raya.

Risiko reasuransi meningkat di Tokio Marine Indonesia

Sebagai perusahaan asuransi umum kecil di Indonesia, TMI memiliki pangsa pasar sebesar 2,1%.

Apakah ‘Londonisasi’ baik untuk pasar asuransi M&A Asia?

Para ahli industri membedah tingkat penggunaan yang rendah di wilayah ini untuk asuransi M&A meskipun semakin banyak pemain industri yang masuk ke arena ini.