, Japan
/Satoshi Hirayama from Pexels

Japanese non-life insurers navigate uncertainty despite stable outlook: AM Best

AM Best emphasises the need for a strategic approach to risk management.

The outlook of Japanese non-life insurance segment will remain stable, supported by profitable underwriting performance, efforts to enhance fire insurance line profitability, and a solid capital base, an AM Best report said.

Challenges include heightened macroeconomic uncertainty, potential higher insurance claims due to inflation, and market volatility. 

The report notes a year of substantial catastrophe losses in fiscal year 2022 but expects the earnings base to be sustainable, driven by consistently profitable underwriting and potential rate increases in the fire insurance line. 

ALSO READ: Japanese life insurers' premiums income more than doubles November-end

Despite losses, most non-life insurers reported improved premium income, supporting an overall underwriting profit. 

Measures to enhance fire insurance profitability include premium rate increases and shorter policy terms. AM Best emphasises the need for a strategic approach to risk management amid uncertainties in Japan's macroeconomic environment and monetary policy. 

Whilst the non-life segment's solvency capital declined slightly, it remains significantly higher than regulatory requirements, providing a cushion against financial market volatility.

 

Follow the link for more news on

Analisa data, kunci kesuksesan AIA Indonesia dalam mengatasi penipuan

Prosedur operasional standar dan penyidik yang terlatih menjaga AIA Indonesia tetap terkendali.

CEO mengungkapkan bagaimana perusahaan-perusahaan Indonesia dapat fokus pada pertumbuhan di tengah regulasi baru

Sementara pasar menuju pertumbuhan, regulasi baru mempersempit keberadaan perusahaan asuransi.

Asei dan Seoul Guarantee teken MoU

Kerja sama ini bertujuan memperkuat jaminan dan asuransi kredit di Indonesia.

Fintech Indonesia melindungi 200.000 nasabah melalui kolaborasi Qoala & Sompo

JULO Protect Plus adalah perlindungan asuransi pertama yang embedded dalam solusi kartu kredit virtualnya.

bolttech, HAVA.id bermitra untuk perlindungan perangkat UKM

UKM  Indonesia juga dapat menikmati garansi perangkat tambahan selama 12 bulan.

Bagaimana Grandtag memberikan keamanan bagi orang terkaya di Asia

CEO regional Grandtag Financial mengungkap bagaimana 'asuransi jiwa jumbo' menarik UHNWI di Asia.

Asuransi Cina menganggap bijaksana untuk beralih ke investasi alternatif

Analisis melihat regulasi baru mendorong pergeseran konservatif saat asuransi mencari stabilitas di tengah pasar yang bergejolak.

Indonesia mempertimbangkan wajib asuransi TPL

Langkah ini didorong oleh meningkatnya jumlah kecelakaan di jalan raya.

Risiko reasuransi meningkat di Tokio Marine Indonesia

Sebagai perusahaan asuransi umum kecil di Indonesia, TMI memiliki pangsa pasar sebesar 2,1%.

Apakah ‘Londonisasi’ baik untuk pasar asuransi M&A Asia?

Para ahli industri membedah tingkat penggunaan yang rendah di wilayah ini untuk asuransi M&A meskipun semakin banyak pemain industri yang masuk ke arena ini.