, APAC
/Freepik

Global insurtech investments impress Q3 expectations: Gallagher Re

P&C insurtech investment mainly pushed the quarter’s growth.

During the third quarter (Q3) global insurtech sector experienced a significant uptick, surpassing $1.1b in new funding, driven by a 25.5% quarter-on-quarter surge in Property & Casualty (P&C) insurtech investment, as reported in the latest Global insurtech Report from Gallagher Re.

Dr. Andrew Johnston, Global Head of Iinsurtech at Gallagher Re, highlighted the industry's shift from the 'great experiment' to a focus on sustainable, profitable outcomes. 

He emphasised the importance of learning from past mistakes, particularly regarding capital management, and highlighted the critical role technology and new entrants can play in enhancing reinsurance value.

Despite a 16.4% decrease in average deal size to a six-year low of $10.3m, the number of insurtech deals rose from 97 in Q2 to 119 in Q3. 

ALSO READ: InsurTech funding down 34% in Q2: Gallagher Re

P&C insurtech accounted for 90 deals, and Life & Health insurtech for 29. Notably, US-based insurtechs claimed 55.4% of the global deal share, reaching the highest level since Q1 2020.

Early-stage insurtech funding saw a 24.7% increase to $269.45m in Q3, with the number of early-stage deals rising from 51 to 71. 

Conversely, mid-stage Series B and C funding for the year fell to its lowest total since 2014, reaching $24m. Two mega-rounds in Q3, each raising $100m, were secured by Openly and Resilience.

(Re)insurers made 34 insurtech investments in Q3, with the majority in the early-stage category (61.8%). 

Notably, MassMutual Ventures led with seven investments, while Avanta Ventures, MS&AD Ventures, and Munich Re Ventures each made three or more investments.

 

Follow the link for more news on

Analisa data, kunci kesuksesan AIA Indonesia dalam mengatasi penipuan

Prosedur operasional standar dan penyidik yang terlatih menjaga AIA Indonesia tetap terkendali.

CEO mengungkapkan bagaimana perusahaan-perusahaan Indonesia dapat fokus pada pertumbuhan di tengah regulasi baru

Sementara pasar menuju pertumbuhan, regulasi baru mempersempit keberadaan perusahaan asuransi.

Asei dan Seoul Guarantee teken MoU

Kerja sama ini bertujuan memperkuat jaminan dan asuransi kredit di Indonesia.

Fintech Indonesia melindungi 200.000 nasabah melalui kolaborasi Qoala & Sompo

JULO Protect Plus adalah perlindungan asuransi pertama yang embedded dalam solusi kartu kredit virtualnya.

bolttech, HAVA.id bermitra untuk perlindungan perangkat UKM

UKM  Indonesia juga dapat menikmati garansi perangkat tambahan selama 12 bulan.

Bagaimana Grandtag memberikan keamanan bagi orang terkaya di Asia

CEO regional Grandtag Financial mengungkap bagaimana 'asuransi jiwa jumbo' menarik UHNWI di Asia.

Asuransi Cina menganggap bijaksana untuk beralih ke investasi alternatif

Analisis melihat regulasi baru mendorong pergeseran konservatif saat asuransi mencari stabilitas di tengah pasar yang bergejolak.

Indonesia mempertimbangkan wajib asuransi TPL

Langkah ini didorong oleh meningkatnya jumlah kecelakaan di jalan raya.

Risiko reasuransi meningkat di Tokio Marine Indonesia

Sebagai perusahaan asuransi umum kecil di Indonesia, TMI memiliki pangsa pasar sebesar 2,1%.

Apakah ‘Londonisasi’ baik untuk pasar asuransi M&A Asia?

Para ahli industri membedah tingkat penggunaan yang rendah di wilayah ini untuk asuransi M&A meskipun semakin banyak pemain industri yang masuk ke arena ini.