, China
216 views
Stock photo.

China Life delists from US stock exchange

The insurer said they would apply for ‘voluntary delisting’.

China's state-owned insurer China Life said it would ‘voluntarily delist’ its American depositary shares (ADS) and the deregistration of such ADSs and underlying overseas listed shares (H shares), under the U.S. Securities Exchange Act of 1934 from the New York Stock Exchange (NYSE).

The insurer said that after taking into account a number of considerations, including the limited trading volume of its ADSs relative to the worldwide trading volume of its H Shares, and the considerable administrative costs of maintaining the listing of the ADSs on the NYSE, the registration of the ADSs and the underlying H Shares under the Exchange Act and complying with the periodic reporting requirements and related obligations of the Exchange Act.

ALSO READ: Marine, aviation, and transit insurance in APAC to balloon to $16b by 2026

China Life said that it plans to file for delisting on or after 22 August. The delisting will then take effect ten days after filing, which is on or after 1 September.

China Life in five Chinese state-owned companies who have announced their voluntary delisting from the NYSE. The companies departure comes amidst escalating tension between the two countries.
 

Follow the link for more news on

Analisa data, kunci kesuksesan AIA Indonesia dalam mengatasi penipuan

Prosedur operasional standar dan penyidik yang terlatih menjaga AIA Indonesia tetap terkendali.

CEO mengungkapkan bagaimana perusahaan-perusahaan Indonesia dapat fokus pada pertumbuhan di tengah regulasi baru

Sementara pasar menuju pertumbuhan, regulasi baru mempersempit keberadaan perusahaan asuransi.

Asei dan Seoul Guarantee teken MoU

Kerja sama ini bertujuan memperkuat jaminan dan asuransi kredit di Indonesia.

Fintech Indonesia melindungi 200.000 nasabah melalui kolaborasi Qoala & Sompo

JULO Protect Plus adalah perlindungan asuransi pertama yang embedded dalam solusi kartu kredit virtualnya.

bolttech, HAVA.id bermitra untuk perlindungan perangkat UKM

UKM  Indonesia juga dapat menikmati garansi perangkat tambahan selama 12 bulan.

Bagaimana Grandtag memberikan keamanan bagi orang terkaya di Asia

CEO regional Grandtag Financial mengungkap bagaimana 'asuransi jiwa jumbo' menarik UHNWI di Asia.

Asuransi Cina menganggap bijaksana untuk beralih ke investasi alternatif

Analisis melihat regulasi baru mendorong pergeseran konservatif saat asuransi mencari stabilitas di tengah pasar yang bergejolak.

Indonesia mempertimbangkan wajib asuransi TPL

Langkah ini didorong oleh meningkatnya jumlah kecelakaan di jalan raya.

Risiko reasuransi meningkat di Tokio Marine Indonesia

Sebagai perusahaan asuransi umum kecil di Indonesia, TMI memiliki pangsa pasar sebesar 2,1%.

Apakah ‘Londonisasi’ baik untuk pasar asuransi M&A Asia?

Para ahli industri membedah tingkat penggunaan yang rendah di wilayah ini untuk asuransi M&A meskipun semakin banyak pemain industri yang masuk ke arena ini.