, Malaysia

Malaysian central bank pushes upgrades to insurer, takaful capital framework

These upgrades ensure that the framework remains effective amidst shifting market conditions.

The Bank Negara Malaysia (BNM) has published proposals to the design of the capital adequacy framework for licensed insurers and licensed takaful operators, according to a statement.

These upgrades propose to ensure that the framework remains effective under changing market conditions and facilitates consistent and comparable capital adequacy measurement across the insurance and takaful industry, the central bank explained.

In addition, the central bank seeks to initiate discussions and solicit feedback from insurers and takaful operators (ITOs) on the recognition of the loss-absorbing capacity of management actions under total capital available, the appropriate target risk level for calibration of capital charges, and the comprehensiveness of the risk components under total capital required and the approach for measuring these risks.

Moreover, BNM would also like to discuss the feasibility of introducing a single formula for calculating the capital adequacy ratio for ITOs, which promotes comparability of capital adequacy across the two industries but reflects the uniqueness between insurance and takaful business models, it said.

Responses must be submitted electronically by 30 September.

Follow the link s for more news on

Analisa data, kunci kesuksesan AIA Indonesia dalam mengatasi penipuan

Prosedur operasional standar dan penyidik yang terlatih menjaga AIA Indonesia tetap terkendali.

CEO mengungkapkan bagaimana perusahaan-perusahaan Indonesia dapat fokus pada pertumbuhan di tengah regulasi baru

Sementara pasar menuju pertumbuhan, regulasi baru mempersempit keberadaan perusahaan asuransi.

Asei dan Seoul Guarantee teken MoU

Kerja sama ini bertujuan memperkuat jaminan dan asuransi kredit di Indonesia.

Fintech Indonesia melindungi 200.000 nasabah melalui kolaborasi Qoala & Sompo

JULO Protect Plus adalah perlindungan asuransi pertama yang embedded dalam solusi kartu kredit virtualnya.

bolttech, HAVA.id bermitra untuk perlindungan perangkat UKM

UKM  Indonesia juga dapat menikmati garansi perangkat tambahan selama 12 bulan.

Bagaimana Grandtag memberikan keamanan bagi orang terkaya di Asia

CEO regional Grandtag Financial mengungkap bagaimana 'asuransi jiwa jumbo' menarik UHNWI di Asia.

Asuransi Cina menganggap bijaksana untuk beralih ke investasi alternatif

Analisis melihat regulasi baru mendorong pergeseran konservatif saat asuransi mencari stabilitas di tengah pasar yang bergejolak.

Indonesia mempertimbangkan wajib asuransi TPL

Langkah ini didorong oleh meningkatnya jumlah kecelakaan di jalan raya.

Risiko reasuransi meningkat di Tokio Marine Indonesia

Sebagai perusahaan asuransi umum kecil di Indonesia, TMI memiliki pangsa pasar sebesar 2,1%.

Apakah ‘Londonisasi’ baik untuk pasar asuransi M&A Asia?

Para ahli industri membedah tingkat penggunaan yang rendah di wilayah ini untuk asuransi M&A meskipun semakin banyak pemain industri yang masuk ke arena ini.